Strategi Cerdas Membangun Mindset Positif

Heri Kuswara

JAKARTA, iNewsOnline.co.id : Sungguh menarik mencermati quote yang disampaikan oleh John C. Maxwell yang berbunyi  “ Dengan menabur pola pikir maka Anda akan menuai tindakan, Dengan menabur tindakan maka Anda akan menuai kebiasaan,  Dengan menabur kebiasaan maka Anda akan menuai karakter,  Dengan menabur karakter maka Anda akan menuai masa depan.”

Dari quote yang membumi tersebut, saya simpulkan bahwa hidup ini sangat bergantung pada mindset (pola pikir). Jika pola pikir kita baik maka baiklah ucapan kita, baiklah sikap kita, baiklah tindakan kita, baiklah kebiasaan kita, baiklah karakter kita dan baiklah kehidupan kita.

Lebih sederhananya, pengejawantahan dari mindset adalah prasangka. Secara garis besar dalam islam  prasangka dibedakan menjadi dua bagian penting yakni prasangka baik (huznudzon) dan prasangka buruk (su’udzon).

Menurut Kamus Merriam Webster, mind-set adalah a mental attitude or inclination; a fixed state of mind  artinya  pola pikir Mindset mencakup Sumber pikiran dan memori, Pusat kesadaran  dalam menghasilkan ide persepsi dan perasaan, Sikap mental dalam merespon sesuatu dan Kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi cara pandang, perilaku, atau sikap.

Sementara menurut pakar psikologi (Carol Dweck, 2006) menyatakan bahwa terdapat dua macam Mindset. Yakni, Fixed Mindset (Mindset Tetap) dan Growth Mindset (Mindset Berkembang).

Mindset tetap (Fixed mindset) ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas seseorang sudah ditetapkan. Jika seseorang memiliki sejumlah inteligensi tertentu, kepribadian tertentu, dan karakter moral tertentu.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset tetap (fixed mindset) adalah sebagai berikut :

Memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat adalah sebagai fungsi hereditas/keturunan, Menghindari adanya tantangan, Mudah menyerah, Menganggap usaha tidak ada gunanya, Mengabaikan kritik dan Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.

sementara  Mindset berkembang (growth mindset) ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas dasar seseorang adalah hal-hal yang dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu.

Meskipun manusia mungkin berbeda dalam segala hal, dalam bakat dan kemampuan awal, minat, atau temperamen setiap orang dapat berubah dan berkembang melalui perlakuan dan pengalaman.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset berkembang (growth mindset) adalah sebagai berikut :

Memiliki keyakinan bahwa intelegensi, bakat, dan sifat bukan merupakan fungsi. hereditas/keturunan, Menerima tantangan dan bersungguh-sungguh menjalankannya, Tetap berpandangan ke depan dari kegagalan, Berpandangan positif terhadap usaha,  Belajar dari kritik dan Menemukan pelajaran serta  mendapatkan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Dari berbagai penjelasan tentang apa itu Mindset dan perbedaan antara Growth Mindset dan Fixed Mindset diatas, berikut lima cara yang penulis suguhkan agar kita dapat membentuk Mindset Positif, yaitu sebagai berikut :

  1. Masalah adalah Hikmah

Dalam kehidupan setiap kita senantiasa dihadapkan dengan masalah, tantangan, rintangan dengan berbagai kompleksitas didalamnya. Dengan menanamkan sikap positif, kita akan selalu memandang setiap permasalahan yang ada adalah proses untuk menjadikan kita lebih kuat, lebih dewasa dan lebih mandiri.

Sebesar apapun masalah yang dihadapi jika kita mensikapinya dengan positif  Tuhan tentu akan memberikan jalan keluar terbaik.

  • Fokus dan sungguh-sungguh

Memfokuskan atau memusatkan seluruh perhatian kepada yang menjadi prioritas cita-cita atau impian yang akan diraih tentu akan membentuk mindset kita selalu positif.

Dengan begitu akan dengan mudah membangkitkan dan mengoptimalkan seluruh energi dan potensi yang dimiliki untuk berhasil dalam menggapai tugas atau aktifitas yang menjadi skala piroritas.

Walt Disney mengatakan “Waktu dan situasi berubah dengan cepat oleh karena itu kita mesti tetap fokus pada masa depan”. Terkadang banyak kendala yang menjadikan kita tidak fokus menyelesaikan beberapa hal yang menjadi prioritas. Oleh karenanya, komitmen dalam hati dan pikiran kita harus sama yaitu adanya kesungguhan (niat) yang kuat agar dapat berhasil.

Apalagi semua agama/keyakinan mengajarkan kita untuk meyakini (bersungguh-sungguh) terhadap apapun yang kita kerjakan (kegiatan positif).

Dalam Qawa’id Fiqhiyah Kaidah Kelima Puluh Satu disebutkan “ Barangsiapa bersungguh-sungguh mengerahkan kemampuannya, maka tidak wajib mengganti dan dianggap mengerjakan amalan secara sempurna.

Pepatah terkenal dalam berbahasa arab menegaskan “Man Jadda WaJada”  “ Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil,”-where there is a will there is a way !,”  juga populer di masyarakat “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan .“

Ketahui dan yakinlah tiada hal yang sulit untuk menggapai impian jika kita fokus dan sungguh-sungguh. Selalu optimalkan potensi yang ada dalam diri yakinlah Alloh akan mengabulkannya.

  • Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Tiada keberhasilan tanpa bekerja keras, dilakukan dengan cerdas dan hati yang ikhlas. Ikhtiar dalam berbagai hal adalah sebuah kewajiban setiap manusia. Oleh karenanya, untuk membangun sebuah keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup, perlu kerja ekstra dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, agar detik demi detik waktu yang dilalui menjadi berarti dan bermanfaat untuk kita.

Selanjutnya Allah SWT juga menyediakan ampunan bagi mereka yang bekerja keras, sebagaimana yang dikutip dalam hadits berikut: sungguh sebagian dari dosa manusia ada yang tidak terampuni dengan melakukan ibadah salat, zakat, dan haji. Tetapi dosa itu terampuni dengan sulitnya mencari penghidupan. (H.R Thabrani).

  • Berfikir Positif

Dalam hidup tidak sedikit banyak hal yang membuat kita tidak berkenan, tidak senang, tersinggug  atau tidak respect terhadap seseorang atau suatu kejadian.

Cobalah mulai detik ini mengedepankan pikiran positif, belum tentu juga benar orang atau kejadian yang anda anggap salah atau tidak baik itu. Dengan berfikir positif kita akan lebih jernih dalam menilai seseorang.

Tentu yang dikedepankan adalah asumsi-asumsi positif dan sisi baiknya dulu sehingga akan seimbang dalam menilainya. Sebuah kalimat bijak mengatakan “Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sadarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menenuntukan kesuksesan atau kehancuran”.

  • Selalu Bersyukur

Selalu bersyukur  atas berbagai anugerah tak terhingga yang Tuhan berikan kepada kita adalah cara terbaik kita berterima kasih kepada-Nya.  Dengan selalu besyukur pikiran kita akan senantiasa positif dalam memandang setiap persoalan kehidupan.

(Heri Kuswara)

Penulis adalah Dosen Universitas BSI Jakarta, Ketua GEMA Asgar Jakarta, Pengurus (Pergunu,LPTNU dan ISNU Jawa Barat), Motivator Karier dan Entrepreneurship

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here