2 Klub Raksasa Spanyol Rombak Pemain

klub inewsonline.co.id
Ilustrasi (foto web)

SPANYOL, iNEWSOnline.co.id: Dua klub raksasa Spanyol, FC Barcelona dan Real Madrid melakukan banyak perubahan besar. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, antara Los Merengues dan Los Azulgrana kerap melepaskan atau menjual sejumlah pemainnya.

Sejumlah pemain yang performanya dinilai tidak maksimal mereka lepas. Alasan lainnya adalah pelatih tidak menginginkan mereka. Yang terjadi dengan Gareth Bale dan terkini yaitu Luis Suarez salah satu contohnya.

Mengutip dari topskor, Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tidak menginginkan Bale bahkan ini sudah terjadi sejak dua musim terakhir. Sedangkan pelatih FC Barcelona, Ronald Koeman, datang dan langsung menjadikan Luis Suarez dan Arturo Vidal sebagai tumbal dari perubahan yang dilakukannya.

BACA JUGA: Robert Rene Alberts: Sport Science Penunjang Perkembangan Industri Sepakbola

Baik Bale dan Suarez datang sebagai pemain bintang namun kemudian mereka berakhir di klub yang lainnya.

Bale dan Suarez faktanya hanya satu dari deretan pemain yang berstatus bintang dunia dan memiliki talenta besar tapi kemudian harus pergi.

Ivan Rakitic, Achraf Hakimi, Semedo, Arthur, Dani Ceballos, Vidal, atau James Rodriguez. Mereka adalah pemain yang musim ini meninggalkan dua klub raksasa Spanyol ini. Namun, tentu saja masih banyak lagi sebelumnya yang memmiliki”nasib” yang sama.

Bahkan, jika nama-nama tersebut dikumpulkan kembali dan dibentuk sebuah tim, ternyata bisa membentuk sebuah tim yang di atas kertas sangat menjanjikan.

Berikut sejumlah perubahan yang dilakukan Barcelona dan Madrid:  

Kiper

Baik Real Madrid dan FC Barcelona telah melakukan perubahan di bawah mistar, itu juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Madrid mengandalkan Thibaut Courtois sedangkan Barcelona dengan Marc-Andre Ter Stegen.

Karena perubahan tersebut, membuat kiper sekelas timnas yaitu Keylar Navas harus meninggalkan Madrid dan bergabung ke Paris Saint Germain. Sedangkan di FC Barcelona perubahannya hanya terjadi di lapis kedua yaitu Jasper Cillessen yang dilepas ke Valencia dan ditukar dengan penjaga gawang Los Che tersebut, Neto.

Cillessen sendiri yang bergabung pada 2016 diproyeksikan sebagai pengganti Claudio Bravo yang pergi ke Manchester City.

Belakang

Untuk zona pertahanan, kedua klub memang hanya sedikit melakukan perubahan. Di Madrid contohnya, Los Merengues masih sangat percaya dengan duet Sergio Ramos dan Raphael Varane di jantung pertahanan.

Sedagkan FC Barcelona tetap dengan Gerard Pique yang tandemnya bergantian antara Clement Lenglet dan Samuel Umtiti. Karena situasi ini pula yang membuat sejumlah pemain lapis kedua pergi. Madrid melepas Javi Hernandez ke Valladolid dan Vallejo dipinjamkan ke Granada.

Di FC Barcelona, diawali dengan kepergian Thomas Vermaelen karena kontraknya yang memang telah berakhir. Vermaelen kemudian bergabung ke tim asuhan Andres Iniesta, Vissel Kobe.

Sedangkan untuk bek kanan dan kiri, Madrid telah melepas talenta mereka yang sebenarnya memiliki potensi besar di posisinya, yaitu Achraf Hakimi yag ke Inter setelah musim sebelumnya dipinjamkan ke Real Madrid.

Madrid juga melepas Sergio Reguilon yang juga dipinjamkan dan kini bergabung ke Tottenham. Di Barcelona, Nelson Semedo sudah dipastikan akan meninggalkan timnya. Jika melihat musim lalu pula, ada Theo Hernandez yang harus meninggalkan Madrid.

Tengah

Di zona lapangan tengah inilah banyak ditemukan sejumlah nama besar yang pergi. Khusus musim panas ini contohnya, ada Arthur, Ivan Rakitic, Cucurella, meninggalkan FC Barcelona. Nama seperti Arda Turan juga termasuk meski sudah lama bintang asal Turki ini bermain di tim yang berbeda dengan status pinjaman.

Di Madrid ada Oscar Rodriguez dan James Rodriguez. Lalu, jika melihat sejak musim lalu, daftar di lini tengah semakin panjang. Sejumlah pemain seperti Andre Gomes dan Denis Suarez telah meninggalkan FC Barcelona.

Sedangkan di Madrid pemain seperti Marcos Llorente dan Matteo Kovacic meninggalkan Madrid. Belum lagi nama seperti Dani Ceballos, Takefusa Kubo, atau Brahim Diaz.

Depan

Untuk zona lini serang, Bale dan Suarez bukanlah satu-satunya nama besar yang harus pergi. Di FC Barcelona contohnya, mereka telah melepas Carlos Perez yang bergabung ke Roma sejak Januari lalu. Lalu tahun sebelumnya ada Paco Alcacer dan Malcom.

Untuk Madrid, sejumlah penyerang yang diyakin memiliki talenta di masa depan juga telah dilepas yaitu seperti Alberto Soro, Dani Gomez, Jorge de Frutos, serta tahun lalu Raul de Tomas.

Situasi ini pun belum berakhir. Ada sejumlah pemain yang jengah tengah menghitung hari untuk pergi meninggalkan Madrid atau FC Barcelona, baik itu penjualan atau sebagai pinjaman.

Di Madrid ada Luka Jovic, Mariano Diaz, Nacho Fernández, sedangkan di FC Barcelona ada Umtiti, Dembele Riqui Puig. Dengan situasi ini pula, dapat di mix para pemain buangan ini menjadi sebuah tim.

Biodata Luiz Suarez:

Bernama lengkap Luis Alberto Suárez Díaz. Dia lahir di Salto, Uruguay, 24 Januari 1987 adalah seorang pemain sepakbola professional Uruguay yang bermain sebagai penyerang untuk klub LaLiga Ateltico Madrid dan Uruguay.

Tahun 2006, Suárez pindah ke Belanda bermain untuk Groningen di Eredivisie. Dia ditransfer ke Ajax pada tahun 2007.

Pada 2008-09, dia menjadi Ajax Player of the Year. Tahun berikutnya, ia menjabat sebagai kapten klub, menjadi top skorer liga dengan 35 gol dalam 33 pertandingan dan memenangkan Dutch Footballer of the Year. Dia mencetak 49 gol di semua kompetisi dan Ajax memenangkan Piala KNVB.

Pada musim 2010-11, dia mencetak satu gol melengkapi gol keseratusnya bagi Ajax, bergabung dengan sekelompok pemain termasuk Johan Cruyff, marco van Basten dan Dennis Bergkamp yang juga pernah melakukannya.

Pada bulan Januari 2011, Suárez ditransfer ke Liverpool dengan biaya € 26.500.000 (£ 22.800.000). Selama musim parsial di Liverpool, Suárez membantu klub pindah dari peringkat kedua belas di liga pada pertengahan Januari untuk finish di peringkat keenam di akhir musim.

Pada bulan Februari 2012, Suárez memenangkan trofi pertamanya dengan Liverpool, ketika mereka memenangkan Piala Liga Sepakbola. Tanggal 22 Maret 2014, dia mencetak hat-trick keenam di Premier League untuk klub, membuat dia sebagai pencetak gol dengan paling sering hat-trik dalam sejarah Premier League.

Suárez mewakili Uruguay di Piala Dunia 2007 U-20. Di Piala Dunia 2010, dia memainkan peran penting ketika Uruguay finish di peringkat keempat dan mencetak tiga gol. Termasuk ketika dia diskorsing ketika ekstra time karena menyundul bola dengan tangannya dalam perempat final melawan Ghana.

Pada Copa América 2011, Suárez mencetak empat gol untuk Uruguay dan mereka memenangkan rekor ke-15 Copa América dan menjadi Pemain Terbaik Turnamen.

Pada 23 Juni 2013, Suarez menjadi pemain Uruguay sepanjang masa untuk rekor pencetak gol dengan 35 gol. Pada Desember 2013, Suárez masuk peringkat yang dirilis The Guardian sebagai pemain sepakbola kesembilan terbaik di dunia.

Pada tanggal 7 Agustus 2012, Suárez menandatangani kontrak jangka panjang baru dengan Liverpool.

Pada tanggal 29 September 2012, Suárez mencetak hat-trick di Liverpool melawan Norwich City untuk musim kedua berturut-turut.

Pada tanggal 17 November, ia mencetak gol, membawa golnya menjadi 10 gol dalam 12 pertandingan liga, seperti Liverpool mengalahkan Wigan 3-0.

Pada tanggal 4 Desember 2013, Suárez kembali mencetak hat-trick melawan Norwich City, menjadikanya sebagai pemain Liverpool pertama yang mencetak 3 hat-trick melawan klub yang sama.

Pada tanggal 21 Desember 2013, Suárez mencetak gol ke 19-nya di musim 2013/2014 yang membuatnya menjadi top skor sementara Liga Inggris.

Luiz Suarez bermain untuk FC Barcelona sejak musim 2014-2015 di transfer dari liverpool. Musim pertamanya suarez berhasil mendapatkan treble winner. Musim kedua memenangkan gelar la liga dan copa del rey. Musim 2016-2017 berhasil mendapatkan gelar Copa del rey.

(Frima/fokusjabar.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here