5 Langkah Budidaya Lele Gunakan Media Terpal

lele inewsonline.co.id
Ikan Lele (foto web)

BANDUNG,iNEWSOnline.co.id: Lele (ikan Keli) adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar dan mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta memiliki “kumis” yang panjang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesises. Tak heran jika ikan jenis ini di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain, ikan Limbek (Sumatera Barat), Kalang (Sumatra Selatan), ikan maut (Gayo), Seungko (Aceh), Sibakut (Karo), Pintet (Kalimantan Selatan), Keling (Makassar), Cepi (Sulawesi Selatan), Lindi (Jawa Tengah).

lele inewsonline.co.id
Benih Ikan Lele (foto web)

Di negara lain dikenal dengan nama Mali (Afrika), Plamond (Thailand), Gura Magura (Srilangka). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.

Nama ilmiahnya, Clarias berasal dari bahasa Yunani  chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Baca Juga: Intan Nabila Ramadhania Atlet Masa Depan Pencak Silat Garut

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya tampak seperti Sidat yang pendek.

Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong. Dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap.

Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

Ada yang mengatakan bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut

Ikan Keli tidak pernah ditemukan di air payau (air asin), kecuali Lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habutatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Ikan Keli bersifat nokturnal yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, diam dan berlindung di tempat-tempat gelap.

Di alam, ikan ini memijah pada musim penghujan. Walaupun biasanya lebih kecil daripada gurami umumnya. Namun ada beberapa jenis yang bisa mencapai panjang 1-1,5 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg (Lele Wels dari Amerika).

Budidaya Ikan Lele kini tak harus dilakukan di kolam tanah. Ada cara efektif untuk  mengembangbiakkan dengan cara mudah. Yakni menggunakan media terpal.

Ikan berkumis ini menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga terjangkau tetapi memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Dalam 100 gram mengandung 240 Kkal, 14,5 gram lemak, 8,5 gram karbohidrat, dan 17,5 gram protein. Selain gizinya tinggi, juga mudah dibudidayakan di rumah.

Berikut beberapa cara budidaya menggunakan media terpal:

  1. Siapkan Media Kolam

Budidaya ikan Lele kolam terpal bisa dilakukan di rumah. Terpal jadi media yang paling mudah didapatkan.

Pastikan kolam terpal sudah dibersihkan terlebih dulu dengan sabun dan bilas sampai bersih dan keringkan.

Bentangkan terpal hingga berbentuk menyerupai kolam. Supaya bisa berdiri dengan tegak, terpal bisa disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi terpal.

lele inewsonline.co.id
Kolam Terpal (foto web)

Isi terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm.

Diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm

Setelah air siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya dan singkong untuk mengurangi bau air kolam.

2. Pilih Bibit Unggul

Pemilihan bibit tak boleh asal. Pilih bibit unggul yang sehat dan lebih besar. Bibit yang unggul biasanya gerakannya lebih agresif dan gesit saat diberi makan dan warna sedikit lebih terang.

3. Penebaran Bibit

Sebelum mulai menebar bibit, Anda pisahkan ukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari memakan sesama, karena ikan Lele bersifat kanibal.

Yang harus diperhatikan, jangan menebar bibit secara bersamaan. Ini akan membuat ikan stres dan menyebabkan kematian.

Sebaiknya gunakan ember dan masukkan sebagai ember berisi bibit ke dalam kolam. Diamkan hingga 30 menit dan biarkan keluar dan ember menuju kolam. Waktu penebaran yang baik adalah pagi dan malam hari.

4. Pemeliharaan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan. Setelah ikan ini berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran. Pisahkan yang besar dan kecil dalam kolam berbeda.

Kualitas air kolam yang bagus adalah hijau. Karena ikan ini dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen.

Keadaan kolam juga perlu jadi perhatian. Tinggi kolam di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal.

Ikan ini harus diberi pakan tiga kali pada pukul 07.00, 17.00 dan 22.00 WIB. Jenis pakannya sentrat 781-1.

5. Panen

Anda bisa memanennya jika sudah berusia kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Pastikan pengambilan dengan sarung tangan. Anda juga bisa menggunakan jaring ataupun serokan besar.

(Frima/berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here