Ade Husna Sebut Eksekutif dan Legislatif Duduk Bareng Bahas Kepentingan Rakyat

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Rencana Pemkab Garut mau membayar utang warga ke bank emok, terus menuai protes dari berbagai kalangan, tokoh masyarakat, aktivis pergerakan dan para elit partai. Sudah menjadi sunatullah dalam setiap kebijakan pimpinan terjadi pro dan kontra, tapi semuanya dikembalikan pada sudut pandang masing-masing.

Anggota Komisi IV DPRD Garut, Ade Husna, memberikan Apresiasi atas langkah Bupati untuk membantu masyarakat yang terlilit hutang ke bank emok, akan tetapi kebijakan itu akan lebih indah apabila dihasilkan dengan cara masyawarah/rapat dulu antara legislatif dan eksekutif.

” Paling tidak melalui rapat pimpinan, jangan langsung ambil keputusan akhirnya menuai pro dan kontra di masyarakat,” ungkap Ade penuh diplomasi.

Selanjutnya di katakan Ade Husna yang merupakan alumni dari pesantren pulosari limbangan, bisa saja ketika dimusywarakan dulu akan menghasilkan kebijakan yang betul-betul pro rakyat dan menjadi tanggung jawab bersama.

” Bupati dan DPRD adalah mitra kerja yang harus bersama-sama dan bekerja sama dalam menjalankan suatu program, apalagi ini menyangkut keuangan APBD, jadi harus di musyawarahkan dulu melalui Rapim,” sebut Legislator Partai berlambang Ka’bah.

kenapa harus demikian imbuh dia, karena Bupati dan Anggota Dewan sama-sama di pilih masyrakat, maka solusinya sebelum dicairkan anggaran tersebut bupati harus duduk bersama untuk memikirkan masyarakat karena sesungguhnya fungsi dari pemimpin itu adalah pelayan masyarakat dan wakil dari masyarakat adalah anggota DPRD.

” Jadi sepakat agar bupati segera menjelaskannya ke wakil rakyat melalui rapat paripurna dewan,” pungkas Ade.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here