Ali Nurdin : Pengadaan Sembako Harus Libatkan Warga Pasar Tradisional

GARUT, iNEWSOnline co.id : Dampak mewabahnya virus Corona (Covid 19) membuat pemerintah menerapkan Social Distancing dan Physical Distancing yang mengakibatkan masyarakat sukar untuk mencari biaya kebutuhan hidup sehari hari.

Hal tersebut secara otomatis berimbas pada tingkat daya beli masyarakat. Diprediksi bila tidak segera disiasati maka akan bermunculan warga yang berstatus Miskin Baru (Misbar) dan Rentan Miskin (Remis).

” Banyak muncul Misbar dan Remis,” kata Bendara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Garut, Ali Nurdin, Senin (13/4/2020).

Disebutkan bos Ceceng (sapaan akrab Ali Nurdin, kondisi ini harus ditangani cepat oleh pemerintah. Memang program sudah ada tapi realisasinya warga masih menunggu.

” Ini harus cepat direalisasikan, jangan sampai ditunda-tunda lagi,” imbuh bos Ceceng yang juga selaku Bendahara Forum iWAPPA Garut.

Pemprov Jabar sendiri tengah menggulirkan program bantuan Rp 500 ribu per Kepala Keluarga. Dimana bantuan tersebut Rp 350 ribu berbentuk sembako dan Rp 150 ribu berbentuk tunai.

” Kami minta dalam pengadaan sembako, pemerintah bekerja sama dengan APPSI atau dalam hal ini para pedagang di pasar tradisional,” pinta dia.

Karena sebut dia, para pedagang di pasar tradisional sama terkena imbasnya. Bahkan pihaknya pun meminta perhatian lebih dari pemerintah terhadap para pelaku ekonomi di pasar tradisional.

” Warga pasar pun sama terkena imbas. Pengunjung menjadi sepi dan hanya para pedagang tertentu yang masih diserbu pengunjung,” terangnya.

Untuk itu, lanjut ceceng, pihaknya meminta kepada pemerintah baik dari segi bantuan atau lainnya agar bekerja sama dengan para pelaku ekonomi pasar tradisional.

” Tolong libatkan kami, dan mudah-mudahan virus Covid 19 ini secepatnya hengkang dari Indonesia,” tutup Ceceng.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here