Ardy BW Pahlawan Bulu Tangkis Indonesia

ardy bw inewsonline.co.id
Ardy BW bersama keluarga di Kanada (foto web)

BANDUNG, iNEWSOnline.co.id: Ardy Bernardus Wiranata (Ardy BW) lahir di Jakarta, 10 Februari 1970. Dia mantan pemain tunggal putra Bulu Tangkis andalan Indonesia di era tahun 90 an.

Ardy BW  juara Indonesia Terbuka 6 kali dan peraih medali Perak Olimpiade Barcelona 1992. Dia tentunya salah satu pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia binaan PB Djarum.

Saat itu, Ardy BW di babak final dikalahkan rekan senegaranya Alan Budikusuma.

BACA JUGA: Irene Kharisma Sukandar Raih Grand Master Internasional Wanita 2008

Setelah berhenti sebagai pemain bulu tangkis (gantung raket), dia fokus menjadi pelatih Bulu Tangkis di Amerika Serikat dan Kanada.

Sebagai informasi, sejak tahun 1998, Ardy BW pindah ke Amerika Serikat. Setelah tiga tahun pindah lagi dan menetap di Kanada hingga kini.

Sebagai salah satu atlet tunggal putra berprestasi, tentu sosok Ardy BW banyak dirindukan para pecinta Badminton. Karenanya, dia pantas jika disebut sebagai salah satu tunggal putra terbaik sepanjang masa yang dimiliki oleh Indonesia.

Memulai bulutangkis sejak usia 9 tahun atau tepatnya pada 1979 hingga memutuskan pensiun pada 1998, prestasi dirinya memang tercatat sangat luar biasa.

Di anataranya, peringkat 1 dunia, juara Indonesia Open (1990, 1991, 1992, 1994, 1995 dan 1997), all Indonesian Finals dan meraih Perak di Olimpiade Barcelona 1992.

Sejak gantung raket nama Ardy BW seperti hilang ditelan bumi dan luput dari sorotan media tanah air. Padahal, gerilya untuk dunia Bulu Tangkis tidak pernah berhenti hingga kini.

Tahun 1998, Ardy BW dikontrak menjadi kepala pelatih untuk Timnas Bulutangkis Amerika Serikat selama tiga tahun (1998-2001).

Ardy BW memutuskan kontraknya di Amerika dengan pertimbangan sering mendapat tugas berkeliling negara lainnya yang membuatnya jauh dari keluarga.

Selepas itu, Dia pindah ke Kanada dan kembali direkrut menjadi kepala pelatih Tim Nasional di sana sejak 2001-2010. Nama klubnya Glencoe

Kini, status Dia kewarganegaraan Kanada sejak 2014 bersama sang istri, Elisabeth Tamzil dan putra tunggalnya, Shawn Wiranata yang sedang merintis karier menjadi atlet hoki profesional.

Lama tidak pulang kampung,  Ardy BW mengaku rindu makanan Indonesia.  Selain makanan, ternyata masih ada satu hal lain yang dia rindukan. Yakni, berkumpul dengan teman-teman seperjuangannya.

Informasi lainnya, lima tunggal putra Indonesia berhasil menorehkan prestasi cemerlang di pentas Cina Open Super 1000.

Ardy BW juga pernah mencicipi manisnya naik podium pertama di pentas Cina Open. Hal tersebut terjadi pada gelaran Cina Open 1989.

Ini jadi gelar juara satu-satunya yang didapat Indonesia pada ajang Cina Open 1989. Untuk empat nomor lainnya, gelar juara didapat wakil dari Cina, Malaysia dan Korea Selatan.

Tuan rumah merengkuh dua gelar lewat aksi Tang Jiuhong (tunggal putri) dan Guan Weizhn/Lin Ying (ganda putri).

Hermawanto Susanto berhasil membawa harum nama Indonesia di pentas Cina Open dengan merengkuh gelar juara. Hal tersebut berhasil dilakukan Hermawanto pada gelaran 1992.

Kesuksesan Hermawanto merengkuh gelar juara pada tahun itu membuat Indonesia berhasil melanjutkan tren positifnya di nomor tunggal putra. Sebab, dalam dua musim beruntun, gelar juara berhasil direngkuh dari nomor tersebut, meski dengan wakil yang berbeda.

Joko Suprianto

Setahun berikutnya, Indonesia kembali berhasil merengkuh gelar juara di pentas Cina Open dari nomor tunggal putra. Bukan lewat Hermawanto Susanto atau Ardy BW, gelar juara didapat dari Joko Suprianto.

Pada gelaran Cina Open 1993, Joko bukan satu-satunya wakil Tanah Air yang bisa meraih gelar juara. Pada tahun tersebut, wakil Indonesia dari nomor ganda putra, Rudy Gunawan/Bambang Suprianto, juga berhasil keluar sebagai jawara.

Alan Budikusuma

Pada gelaran Cina Open 1994, giliran Alan Budikusuma yang meraih gelar juara. Gelar juara ini bukanlah yang pertama kalinya diraih Alan dari turnamen China Open. Pada 1991, dia juga berhasil meraih gelar juara.

Gelar yang diraih Alan pada Cina Open 1994 sendiri jadi satu-satunya yang didapat Indonesia. Di empat nomor lainnya, gelar juara diraih oleh wakil dari Korea Selatan, Cina dan Denmark.

Tuan rumah kembali dapat mendominasi dengan meraih dua gelar dari nomor ganda putra dan ganda putri lewat aksi Huang Zhanzhong/Jiang Xin dan Ge Fei/Gu Jun.

Anthony Sinisuka Ginting

Setelah tren positif tunggal putra terhenti lama di Cina Open, gelar juara akhirnya bisa kembali didapat lewat aksi Anthony. Hal tersebut terjadi pada gelaran Cina Open 2018.

Untuk bisa menyegel gelar juara di ajang Cina Open, Anthony harus menumbangkan pemain-pemain top dunia. Mulai dari Lin Dan, Viktor Axelsen, Chen Long, Chou Tien Chen, sebelum akhirnya mengalahkan Kento Momota di final.

Prestasi

Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992

Medali Perak Kejuaraan Dunia 1989

Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 1991, 1993

Juara All England 1991

Juara SEA Games 1991

Juara Piala Dunia 1991

Juara Final GP 1994

Juara Indonesia Terbuka 6 kali (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997)

Juara Jepang Terbuka 3 kali (1991, 1992, dan 1994)

Juara Cina Terbuka 1989

Juara Malaysia Terbuka 1993

Juara Korea Terbuka 1994

Juara Singapura Terbuka 1994

Juara Taiwan Terbuka 1992

Juara Swedia Terbuka 1991 dan 1997

Juara U.S. Open Badminton 2000

Juara Piala Thomas 1994 dan 1996 (Tim Piala Thomas Indonesia)

(Frima/fokusjabar.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here