BanGub Program Tepat Sasaran

BANDUNG, iNEWSOnline.co.id : Program Bantuan Gubernur (BanGub) berupa sembako dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu, dewasa ini ditengah pandemi Covid 19 sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak masyarakat Jawa Barat akibat Covid 19 kehilangan pekerjaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Terpantau, masyarakat yang terdampak hanya memikirkan bagaimana cara bertahan hidup. Pasokan bahan pangan harus menjadi skala prioritas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan warganya.

Namun berkaitan Program Sembako BangGub dinilai beberapa kalangan masih layak disalurkan atau diberikan, pasalnya tidak hanya untuk memperkuat sektor pangan saja, akan tetapi menimbulkan efek samping positif penyerapan tenaga kerja juga dinilai cukup produktif yaitu dengan penyarapan progam padat karya dibeberapa sektor.

Hal itu diutarakan pengamat Pusat Ilmu Studi Ekonomi Mikro (PISEM) Jawa Barat Nang Sudrajat. Menurutnya, dampak positif dan dampak ikutan dari pemilihan kebijkan bantuan yang dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam 2 bentuk bantuan, yaitu bantaun bahan pokok dan bantuan tunai merupakan kombinasi bantuan yang cukup ideal.

” Kenapa demikian ? Karena masyarakat penerima manfaat bisa dengan tenang sudah mempunyai stock kebutuhan bahan pokok, sekaligus mempunyai uang untuk kebutuhan lainnya,” sebut dia.

Dalam kaitan bantuan tunai, minimal penerima manfaat mempunyai cadangan uang secara cash untuk kepentingan yang memang benar benar dibutuhkan

” Dampak positif ikutan lainnya adalah program yang mampu membuka lapangan kerja baru di tengah sangat besar,” terangnya.

Contohnya, dari sektor packing bahan pokok dan telor saja, berdasarkan hasil pantauan lapangan, tidak kurang mampu melibatkan lebih dari 12 ribu orang

Selanjutnya, sektor transportasi saja dari satu kabupaten untuk melakukan distribusi telor tidak kurang melibatkan 7 armada truk per kabupaten Kota. Artinya, armada yang dipakai se Jawa Barat 189 armada dengan 2 orang pekerja, yaitu sopir dan kernet.

Ada beberapa pihak menyampaikan mending dalam bentuk BLT, agar terjadi efisiensi. Pendapat ini ada benarnya. Tapi kalau kita lihat, potensi salah arah pemanfaatan dan potensi menguapnya jauh lebih besar

Dalam konteks manfaat, terkadang ada kecenderungan masyarakat memanfaatkan dana tunai untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif bukan kebutuhan primer, di lain pihak di salah satu daerah di Jawa Barat ini memilih bantuan kepada masyarakatnya dalam bentuk tunai.

” Bantuan tunai rentan penyelewengan, maka program BanGub dirasa program yang sangat tepat dengan berbagai pertimbangan,” pungkasnya.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here