BPNT Perluasan, Sudahkah Mendekati Angka Rp 200 Ribu ?

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Perluasan sudah mulai didistribusikan. Namun ada sedikit kejanggalan apakah bahan pokok yang didistribusikan sudah mendekati angka Rp 200 ribu serta barang yang di suplai sudah benar benar yang dibutuhkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Informasi yang berhasil dihimpun di dua desa, Sukahaji dan Sukaluyu Kecamatan Sukawening Garut terdapat perbedaan yang mencolok. Dimana pendistribusian terdapat selisih yang sangat signifikan.

Desa Sukahaji sendiri meliputi, beras 30 kg, telur 3 kg, buah pir 3/4 kg, minyak 6 liter dan kacang hijau 1 kg.

Desa Sukaluyu, beras 30 kg, daging ayam 3/4 kg, minyak 1 liter, telur 30 butir, jeruk 1/2 kg, kol 1/2 kg, kacang hijau 1/4, kacang kedelai 1/4 kg, gula merah 1 bonjor, suuk 1/2 kg, kentang 1/2 kg, dan wortel 1/2 kg.

Dari sample kedua desa tersebut terdapat selisih yang cukup signifikan jika dihitung dengan nominal uang. Pendistribusian untuk bulan ini sendiri yaitu 3 bulan terhitung dari bulan April, Mei dan bulan Juni 2020.

Salah satu KPM asal Sukaluyu yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan, dirinya sudah menerima bantuan BPNT perluasan. Namun jika di nominalkan tidak mencapai Rp 600 ribu.

” Pencairan 3 bulan, namun barang yang diterima tidak mencapai Rp 600 ribu,” kata dia kepada iNEWSOnline.co.id, Senin (22/6/2020).

Disebutkan dia, jika dihitung harga warung saja tidak mencapai Rp 500 ribu per 3 bulan. Terlebih jika dihitung harga pasar atau glosiran paling diangka Rp 460 ribu.

” Selisihnya terlalu besar,” terangnya.

Dirinya pun berharap agar dalam pendistribusian, agen seyogyanya peka terhadap kebutuhan pokok warga masyarakat. Dimana tidak perlu banyak macamnya namun barang yang didistribusikan sangat bermanfaat bagi warga.

” Gak perlu banyak macam, yang penting meliputi 4 unsur dan disesuaikan dengan kebutuhan pokok masyarakat,” tutup dia.

Senada diungkapkan Ketua LSM Laskar Garut Mandiri (Lagam), Yudi Setia Kurniawan. Menurutnya, agen jangan sewenang-wenang dalam pendistribusian barang.

” Selisihnya jangan terlalu besar,” kata Yudi.

Yudi menyebutkan, pihaknya mengimbau kepada pihak agen agar menerapkan aturan tentang penyaluran BPNT. Jangan sampai terkesan semau gue.

” Ini bantuan untuk masyarakat, jangan sampai disalahgunakan jika tidak mau berurusan dengan aparat penegak hukum,” singkat Yudi.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here