Covid-19, Tahun 2021 Masa Transisi Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi (Foto Net)

JAKARTA, iNEWSOnline.co.id: Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Mukhtaruddin menyebut, tahun 2021 pemerintah perlu melakukan reformasi pengelolaan anggaran yang baik. Pasalnya, saat itu dinilai masa transisi pemulihan ekonomi baik global maupun nasional terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Menurut dia, pemulihan ekonomi menjadi keniscayaan di hampir semua negara. Termasuk Indonesia.

Meski pandemi Covid-19 belum dipastikan kapan segera berakhir, namun 2021 semua negara akan berlomba-lomba dalam pemulihan ekonomi.

“Bagi Indonesia, APBN 2021 akan menjadi faktor kunci dalam orkestra pemulihan ekonomi nasional,” kata dia seperti dikutip antara, Rabu (17/6/2020).

APBN 2021 harus menjadi instrumen kebijakan yang kredibel. Dengan begitu, mampu menjaga kepercayaan pasar, rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.

Sebagai informasi, pemerintah merevisi postur APBN 2020 dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2020 untuk kedua kalinya karena merespons ketidakpastian dari dampak virus Corona agar laju kemiskinan dan pengangguran bisa ditahan.

“Jika pengangguran dan kemiskinan merosot terlalu dalam, maka upaya pemulihan pada tahun berikutnya akan semakin berat,” sebut dia.

Dalam revisi terbaru tersebut lanjut dia, pemerintah akan fokus dalam perlindungan sosial. Pasalnya, masyarakat Indonesia sebagian besar masih berpendapatan rendah dan lebih dari 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB) didorong konsumsi.

Adapun dalam outlook revisi terbaru, pemerintah melebarkan defisit menjadi 6,34 persen mencapai Rp1.039,2 triliun dari Perpres 54 Tahun 2020 sebesar 5,07 persen senilai  Rp852,9 triliun.

(Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here