Dipinta Warga, Calon Kades PNS Ini Siap Ubah Wajah Wanaraja

Ayi Saripudin

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Siapa yang tidak mengenal Ayi Saripudin, warga Kampung Pakemitan, RT01/01, Desa/Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Pria kelahiran Garut, 12 Agustus 1961 ini sudah malang melintang di lingkungan birokrasi pelayanan publik sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dirinya pernah menduduki berbagai jabatan yang cukup strategis dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mulai dari Staf, Kasi, Sekmat hingga Camat. Kini, namanya tercatat sebagai Calon Kepala Desa (Kades) Wanaraja, nomor urut 5.

Karena pengalamannya tersebut, Ayi disebut-sebut calon yang bakal mampu membawa perubahan Desa Wanaraja ke arah yang lebih. Tidak heran, saat  memasuki purnabakti (pertengahan 2019), sejumlah tokoh masyarakat mendesak dan meminta dia maju dalam kontestasi enam tahunan.

Para tokoh Wanaraja juga optimistis, bahwa sosok birokrat yang satu ini bakal mampu menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus bisa membuat berbagai terobosan program dalam mengoptimalkan berbagai potensi.

Dengan nada merendah, Ayi Saripudin mengatakan, dia bertekad merubah wajah Pemerintahan Desa Wanaraja, pemerataan pembangunan, terbangunnya tata kelola Pemerintahan Desa Wanaraja yang baik dan bersih menuju adil, makmur serta sejahtera.

Semua itu kata Ayi, akan dikolaborasikan dengan misi yang dia emban. Yakni, meningkatkan tata kelola pelayanan umum yang berkualitas, terjangkau dan prima untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan profesional dan amanah.

Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang profesional, disiplin dan berwibawa, mewujudkan kesehatan lingkungan, rasa adil, makmur dan sejahtera dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.

“ Tentunya semua itu atas hasil musyawarah mufakat dalam setiap tahapan dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas anggaran,” kata Ayi, Kamis (31/10/2019).

Ayi menegaskan, strategi peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, Pemerintah Desa harus selalu siap membantu, tanggap, disiplin kerja, pelayanan yang santun, tangguh dan melayani secara cepat, tepat dan optimal.

“ Untuk pemerataan pembangunan harus diawali dengan mekanisme musyawarah di tingkat RT, RW, Dusun hingga tingkat Desa. Meski begitu, sehebat apapun visi dan misi yang dibuat tidak dapat terwujud, jika tidak didukung oleh masyarakat,” pungkasnya.

(MRF/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here