FPD Minta Polres Tasikmalaya Tuntaskan Kasus Money Politic

polres tasikmalaya inewsonline.co.id
FPD datangi Mapolres Tasikmalaya

TASIKMALAYA, iNEWSOnline.co.id: Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tasikmalaya yang akan dilaksanakan Rabu 9 Desember 2020, Forum Pemantau Demokrasi (FPD) mendatangi Polres Tasikmalaya di Jalan Mangunreja.

FPD mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menuntaskan segala bentuk laporan masyarakat tentang dugaan telah terjadi praktek Money Politic.

Koordinator FPD, Dadi Abdidarda mengatakan, kedatangannya ke Mapolres Tasikmalaya tiada lain untuk mendorong pihak APH untuk memproses lebih lanjut mengenai pelanggaran-pelanggaran Pilkada yang telah dilaporkan masyarakat.

” Kami silaturahmi juga mendorong APH untuk terus melanjutkan proses hukum yang telah dilaporkan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran Pilkada,” ungkap Dadi Abdidarda, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Forkopimcam Kersamanah Garut Sepakat Lawan Covid-19

polres, inewsonline.co.id
poto web

Diantaranya, pelanggaran salah seorang ASN di Kecamatan Jatiwaras diduga menggiring untuk mendukung salah satu pasangan kandidat Cabup dan Cawabup Kabupaten Tasikmalaya.

” Selanjutnya diduga telah terjadi praktek money politic di Kecamatan Jamanis, maka tentunya kami sangat mensuport pihak Polres Tasikmalaya untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran-pelanggaran menjelang Pilkada,” sebut dia.

Dalam pertemuan tersebut, kata Dadi, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP. Hario Prasetyo Seno menyampaikan bahwa segala bentuk laporan masyarakat sedang dalam proses.

“Intinya pihak Polres Tasikmalaya kasus tersebut sedang dalam proses,” tuturnya.

Setelah dari Mapolres Tasikmalaya, FPD mendatangi Kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Badak Paeh. Pihaknya pun mendorong Bawaslu untuk lebih reaktif.

polres, inewsonline.co.id
poto web

” Kedatangan kami ke Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya intinya sama mendorong supaya lebih reaksi cepat ada adanya dugaan-dugaan pelanggaran menjelang Pilkada dan Alhamdulillah menurut keterangan Pak Kasat Reskrim, salahsatu tersangka ASN camat juga sudah di proses terkait pelanggaran netralitas ke salah satu calon,” tegasnya.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here