Ini Alasan Warga Leles Tolak Aktivitas Galian C di Bukit Bulangur

Nandang Darajat

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Resah, begitulah kira-kira perasaan yang dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, menyusul berdirinya berbagai perusahaan. Termasuk, aktivitas galian C milik CV. Cahaya Priangan yang izin operasinya cacat hukum.

“ Pucuk dicinta ulampun tiba,” keresahan warga yang dipendam selama 4 tahun itu seolah terpecahkan melalui aksi. Aktivitas galian C itupun resmi ditutup,  Selasa (22/10/2019) lalu.

Namun, semua itu ternyata bukan ujung dari perjuangan mereka. Tiba-tiba utusan pihak CV. Cahaya Priangan datang untuk  kembali menjalankan aktivitas usahanya.

Demikian dikatakan Ketua Paguyuban Rakyat Leles (Paralel), Nandang Darajat. Dia mengaku, Sabtu (2/11/2019) lalu, kedatangan orang kepercayaan pihak CV.Cahaya Priangan, Hendra Kurniawan yang didampingi dua orang oknum anggota Brimob.

“ Hendra meminta izin galian C yang telah ditutup Satpol-PP dan dinas terkait bisa beroperasi kembali karena izin operasi perpanjangannya sudah ada,” ungkap Nandang Darajat, Rabu (6/11/2019).

Pihaknya tetap menolak. Sebab, yang dilihat oleh masyarakat bukan masalah izinnya semata. Namun dampak dari galian pasir ke depanya. Dimana, lokasi galian C (Bukit Bulangur) seluas 71 hektar merupakan  penyangga kaki  Gunung Guntur.

JIka sisa lahan (41 hektar) dijadikan galian C, daerahnya akan  terancam banjir lebih hebat lagi dari yang terjadi pada tahun 2017 dan 2019.

“ Dampak dari 30 Ha yang sudah dijadikan galian C saja sudah begitu parah. Apalagi jika sisanya (41 Ha) lagi dialih fungsikan,” kata dia.

Camat Leles, Asep Suhendar membenarkan keresahan masyarakatnya. Keresahan mereka berawal dari banjir yang melanda wilayah Leles. Penyebabnya, selain intensitas curah hujan yang tinggi, juga karena terjadinya alih fungsi lahan.

Terlebih, tingkat pengawasan terhadap poin-poin hasil kajian Amdal. Semisal, membuat lokasi resapan air, sodetan-sodetan dan pembuatan embung diabaikan pihak perusahaan.

Terkait galian C milik CV. Cahaya Priangan, saat mulai beroperasi dia belum bertugas di Kecamatan Leles.

Informasi dari para “ seuseupuh “ setempat  bahwa Bukit Bulangur diyakini sejak dulu sebagai  “ pancuh ” Gunung Guntur yang tidak boleh diusik. Seperti halnya, menabuh “ gong “ di Situs Candi Cangkuang.

(Sifath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here