IWO Garut Desak DKPP Jabar Cabut Izin PSAT PT Mutiara As-Syifa

iwo inewsonline.co.id

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Garut, Robi Taufiq Akbar, temukan dugaan pengemasan beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di luar lokasi yang tertera dalam sertifikat persetujuan pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang diterbitkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat.

Menurut Robi, di Kampung Cilombang, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi terdapat aktivitas pengemasan beras menggunakan karung yang telah memiliki legalitas atas nama PT. Mutiara As-Syifa Cangkuang.

BACA JUGA: Program Internet Desa Wanakerta  Cibatu mulai Dibangun Bulan Depan

“Dalam PSAT, alamat pengemasan beras PT Mutiara As-Syifa Cangkuang bukan di Kecamatan Selaawi,” kata Ketua PD IWO Garut, Rabu (14/4/2021).

Robi menyebut, aktivitas pengemasan beras di luar lokasi melabrak aturan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui DKPP Provinsi Jawa Barat.

Untuk itu, Ketua PD IWO Garut meminta DKPP Jabar mengevaluasi sekaligus mencabur izin PSAT PT Mutiara As-Syifa Cangkuang.

“Kami minta DKPP Jabar mengevaluasi dan mencabut izin PSAT PT Mutiara As-Syifa Cangkuang karena telah melanggar aturan Kementan,” kata Ketua PD IWO Garut.

Pihaknya juga menemukan pengemasan beras menggunakan karung yang sama di salah satu penggilingan padi di wilayah Lewo, Kecamatan Malangbong.

(Frima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here