Jubir Ervin Luthfi, Dedi Kurniawan : Keputusan KPU Ilegal dan Cacat Hukum

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Putusan KPU yang merubah keputusan sebelumnya dan menetapkan Mulan Jameela yang merupakan rangking 5 perolehan suara di Pileg 2019 Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XI, dinilai cacat hukum dan berbenturan dengan aturan.

Demikian diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Ervin Luthfi, Dedi Kurniawan. Menurutnya, hasil Pileg 2019  Dapil Jabar XI yang menempatkan 3 orang wakilnya duduk di DPR RI adalah salah satunya Ervin Luthfi yang memperoleh Raihan suara terbanyak ketiga.

” Hari ini kami (tim Ervin) melakukan perlawanan dan mendaftarkan gugatan ke PTUN,” kata Dedi kepada wartawan usai melakukan orasi di depan kantor DPC Gerindra jl Proklamasi Garut.

Disebutkan Dedi, keputusan KPU ini tidak bisa dibiarkan. Dan akan menjadi preseden buruk seandainya dibiarkan dan tidak ada pembelaan dan upaya hukum.

” Keputusan KPU seharusnya berdasarkan Undang-undang bukan berdasarkan surat dari Parpol. Jelas ini sudah cacat dan batal demi hukum,” tegas Dedi.

Sejauh ini lanjut Dedi, pemecatan yang dilakukan DPP Gerindra secara sepihak. Dan pihaknya telah menanyakan alasan pemecatan namun hingga kini tak ada alasan.

” Kami sudah menanyakan kepada Ketua Dewan Kehormatan, dan beliau menyatakan tidak tahu. Itu  sudah jelas pemecatan yang sepihak dan melanggar AD ART Partai Gerindra,” terangnya.

Dedi menuding surat yang dilayangkan adalah permainan elit politik di intern Partai Gerindra.

” Saya yakin itu adalah permainan elit politik. Dan pak Prabowo tidak mengetahuinya,” sebut Dedi.

Lebih jauh diungkapkan Dedi, padahal Pak Ervin sudah mendapatkan undangan dari Fraksi guna mengikuti rapat pembahasan RAPBN 2020, sudah ukur baju tapi kenapa sekarang ada surat pemberhentian yang sepihak.

Seharusnya, lanjut dia, PN Jakarta Selatan tidak mempunyai kewenangan guna menggelar sidang sengketa Pemilu. Karena itu adalah ranah Mahkamah Konstitusi (MK).

” Demi terciptanya keadilan maka akan terus melakukan upaya hukum,” pungkas Dedi.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here