Kenaikan Insentif Guru Honorer Sangat Rasional

guru honorer inewsonline.co.id
Anggota komisi IV DPRD Garut fraksi Partai Demokrat, Mas Yayu Siti Sapuro

GARUT,iNEWSOnline.co.id: Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tergantung dari beberapa faktor. Dimana banyak asfek yang ikut menunjang, seperti fasilitas penunjang pembelajaran, peran orangtua serta yang tak kalah penting adalah kompetensi staf pengajar.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Garut, Fraksi Partai Demokrat, Mas Yayu Siti Sapuro. Menurutnya, banyak faktor yang mendukung dalam upaya perwujudan kesuksesan dunia pendidikan.

guru honorer inewsonline.co.id
Anggota Komisi IV DPRD Garut Fraksi Partai Demokrat, Mas Yayu Siti Sapuro saat rapat dg disdik pada pembahasan KUA PPAS 2021

Baca Juga: Uji Tanding, Persib Menang Telak (5-1) versus Bandung United

“Staf pengajar atau guru salah satu faktor sukses tidaknya penyelenggaraan dunia pendidikan,” kata Yayu kepada iNEWSOnline.co.id, Rabu (9/9/2020).

Untuk itu lanjut Yayu, di momen Hari Ulang Tahun ke -19 Partai Demokrat, pihaknya selaku kader sekaligus anggota DPRD Garut yang membidangi pendidikan bertekad akan memperjuangkan hak-hak guru honorer. Salah satunya, kesejahteraan mereka.

“Sudah selayaknya mereka diperhatikan kesejahteraannya,” imbuh legislator dua periode ini.

Yayu menyebutkan, Kabupaten Garut mempunyai sekitar 7.000 guru honorer yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan. Mereka hanya mendapatkan insentif sebesar Rp200 ribu per bulan. Ini dinilai sangat tidak relevan dengan tugas mulia seorang guru.

“Kami akan mendorong pemerintah agar mereka mendapatkan insentif tambahan, sehingga mendapatkan Rp 500 ribu perbulan,” tekad Yayu.

Hal ini terang Yayu, sangat memungkinkan. Betapa tidak, pihaknya sekarang ini tengah membahas Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS).

Juga lanjut Yayu, berdasarkan alokasi penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut pada tahun sebelumnya, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp47 milyar.

” Nah, kalau dihitung untuk angka Rp500 ribu, ini kurang lebih Rp40 milyaran. Berarti kalau dari Rp200 ribu ditingkatkan ke angka Rp500 ribu itu sangat memungkinkan,” terang Yayu.

Intinya, ini merupakan bentuk keperpihakan Partai Demokrat kepada nasib mereka. Dirinya bertekad untuk mengupayakan agar rencana ini segera terwujud.

” Kami berupaya semaksimal mungkin. Tidak ada kata tidak mungkin untuk merealisasikan rencana tersebut,” kata wakil rakyat yang dikenal santun ini.

“Daripada dikembalikan ke kas daerah, lebih baik disalurkan kepada masyarakat. Khususnya tenaga pendidikan,” pungkas Yayu.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here