Ketua Fraksi Golkar, Deden Sopian Imbau Keduabelah Pihak Menahan Diri

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Pengosongan beberapa kios pasar Cibatu Kabupaten Garut oleh pihak perusahaan PT Trie Mukti Pertama Putra membuat wakil rakyat dari Fraksi Golkar angkat bicara. Dimana keduabelah pihak harus bisa menahan diri.

” Ya keduabelah pihak harus bisa menahan diri,” kata Deden kepada iNEWSOnline.co.id, melalui pesawat telpon, Minggu (27/10/2019) malam.

Disebutkan Deden, dirinya bersama pimpinan Fraksi lainnya pernah menerima audien dari Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Cibatu yang mana intinya mereka minta perlindungan karena ada beberapa anggotanya yang belum bisa mencicil.

” Soal pengosongan kios yang dilakukan oleh pihak perusahaan sudah masuk dalam poin tuntutan saat audensi, dimana mereka meminta perlindungan hukum kepada DPRD, sebagaimana yang tertulis dalam surat kesepakatan bahkan di ditandatangani unsur pimpinan Dewan, dan beberapa ketua fraksi,” terangnya.

Nota kesepahaman unsur pimpinan DPRD dan Iwafa

Jadi lanjut politisi berlambang pohon beringin ini, suratnya sudah ada di meja pimpinan. Pihaknya masih menunggu hasil kajian pimpinan dan tentunya  siap untuk di tugaskan.

” Sambil menunggu penyelesaian diharapkan semua pihak bisa menahan diri tidak dulu bertindak sambil menunggu langkah dari pimpinan dewan,” imbuh Deden.

Deden menyebutkan pihaknya pun menyarankan pimpinan dewan agar segera mengambil langkah, lebih cepat lebih baik. Perlu di ketahui permasalahan pasar ini merembet ke lokasi yang lainnya diantaranya pasar Limbangan yang mana sudah 5 tahun tak kunjung selesai.

”  Tuntutannya sama bahwa pengelolaan pasar agar dikembalikan kepada Pemerintah Daerah,” sebut Deden.

Yang tengah pikirkan lanjut dia, tentunya karena Pemda telah menyepakati perjanjian kerjasama dengan pihak ke tiga  maka  tidak bisa lepas begitu saja karena menyangkut hak-hak perusahaan juga.

” Pemda bersama DPRD harus segera berembug mencari solusi terbaik guna menyelesaikan masalah ini. Jangan biarkan perusahaan dan warga pasar terus bertengkar,” pungkasnya.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here