Kualitas Komoditi BPNT Agen Sukaluyu Dipertanyakan

bpnt, inewsonline.co.id
proses pendistribusian di salah satu agen di Sukaluyu

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di agen Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening Garut hari ini dilaksanakan. Namun kualitas dari komoditinya dipertanyakan. Sebab banyak ditemui komoditi yang kurang bagus.

Hal tersebut dikeluhkan Ketua RW 10 Desa Sukaluyu Sukawening, Rosadi. Menurutnya, pihaknya banyak menemui komuniti yang kurang bagus dan kurang layak untuk dikonsumsi.

“ Banyak cangkang telur yang berwarna putih dan mempunyai bercak,”  kata Rosadi kepada iNEWSOnline.co.id, Selasa (18/5/2021).

Baca juga : Dedi Arisandi Wujudkan Situsari Desa Bertauhid

Selain itu, lanjut dia, pihaknya merasa heran dengan pihak agen. Dimana salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) komplain kepada agen karena hanya menerima bantuan satu bulan. Oleh agen disarankan kepada RW untuk dibenarkan.

sukaluyu, inewsonline.co.id
kualitas telur yang berwarna putih dan mempunyai bercak

“ Heran, kenapa harus saya yang dikorbankan. Siapa yang meraup keuntungan?, giliran ada masalah dilempar ke RW Sedangkan dalam pendistribusian tidak melibatkan RW namun hanya melibatbatkan aparat Pemerintahan Desa,” tegas Rosadi dengan sedikit bernada tinggi.

Masih menurut Rosadi, seharunya agen tidak hanya meraup keuntungan semata namun harus berani menanggung atau memperbaiki KPM yang bermasalah atau tidak cair.

“ Kami tegaskan  Agen harus mau dan mampu menanggulangi KPM bermasalah dan jangan hanya meraup keuntungan semata,” ujar Rosadi.

Hal senada diungkapkan Ketua RW 07, Cecep Kuswara. Pihaknya sangat menyayangkan dengan kinerja agen saat ini. Dimana melemparkan masalah ketika ada salah satu KPM yang komplain.

“ Jangan melempar batu sembunyi tangan. Ada masalah dilempar ke orang lain,” sebutnya.

Bahkan lanjut dia, selain komoditi, kinerja agen, juga  diperparah dengan pendistribusian dilakukan oleh perangkat desa. Otomatis kantor desa menjadi kosong karena sebagian perangkat berada di agen yang terlibat dalam pendistribusian.

sukaluyu, inewsonline.co.id
salah satu KPM yang komplain

“ Ingat ini jam kerja dan hari kerja. Maenya ngalembur dijam gawe,” pungkas Cecep.

Terpantau di lapangan dalam pendistribusian pun tidak disediakan alat cuci tangan, handsanitaizer, bahkan Perangkat Desa dan agen tidak memakai masker dan terkesan mengacuhkan protokol sekehatan Covid 19. 

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here