LKPP Sebut Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Tertinggi Kedua setelah Suap

Foto Humas

BANDUNG, iNEWSOnline.co.id: Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Ronny Dwi Susanto mengungkapkan, sejak KPK berdiri, tingkat korupsi pengadaan barang dan jasa tertinggi kedua (20 persen) setelah suap.

Gubernur Jabar (Foto Humas)

Menurut Ronny, praktek suap terjadi juga dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

” Suap terjadi karena dalam proses PBJ tidak hanya setelah DPA SKPD-nya ditetapkan. Tetapi dari mulai proses identifikasi barang sampai nanti penyerahan hasilnya. Kita sudah evaluasi dalam PBJ. Kini sudah lebih baik,” ungkap Ronny.

Sebelumnya iNEWSOnline.co.id mengabarkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) mengingatkan, lelang pengadaan barang dan jasa di sektor konstruksi harus mengutamakan kualitas. Artinya, bukan menomorsatukan harga murah.

Dengan begitu, kualitas pembangunan meningkat dan pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk perbaikan pada masa mendatang.

Emil mencontohkan, beberapa gedung milik pemerintah yang baru setahun digunakan sudah alami kerusakan di sejumlah bagian.

” Ada gedung milik pemerintah baru setahun harus dianggarkan lagi untuk perbaikan atap yang bocor, toilet rusak dan kerusakan lainnya. Kalau rezim paling murah yang menang lelang terus berlanjut, akan membuat kualitas pembangunan kita jadi buruk,” kata Emil saat rapat Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Kamis (4/7/2019).

Selain itu, penyebab lain kualitas pembangunan menjadi buruk adalah banyak pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara langsung tanpa proses lelang.

(Tisna Wibawa/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here