Mengenang Masa Keemasan Stasiun Kereta Api Cibatu

kereta api inewsonline.co.id
Stsiun Kereta Api Cibatu (Foto Web)

GARUT,iNEWSOnline.co.id: Tatkala beberapa gedung  peninggalan  tempo doeleo peninggalan kolonial Belanda telah tergantikan dengan  rumah serta sarana perkantoran sentuhan tangan-tangan arsitektur gaya modern. Namun tidak, bagi Stasiun Kereta Api Cibatu, Cibatu, Kabupaten Garut.

kereta api inewsonline.co.id
foto web

Baca Juga: Ini Kandungan Gizi Daging Belut

Begitupun bangunan  Dipo Lokomotif (tempat perbaikan dan pemeliharaan lokomotif  uap), keutuhannya masih tertata dengan apik sejak  didirikan  tahun 1889, kemudian  diresmikan sebagai  jalur transportasi  penghubung antara Stasiun Cicalengka-Cilacap oleh Staatsspoorwegen pemilik maskapai Kereta Api kebangsaan Belanda saat itu.

Kemudian tahun 1926 terjadi pembukaan jalur baru penghubung  stasiun Cibatu- Stasiun Cikajang. Fungsinya tetap  sebagai tempat transit sarana transportasi kebanggaan masyarakat Garut.

kereta api inewsonline.co.id
foto web

Namun sayang, terhitung sekitar tahun 1983, jalur Kereta Api Cibatu-Cikajang ditutup pihak  PJKA (PT KAI-red) karena tergeser oleh sarana tranportasi kendaraan roda empat di beberapa titik perkotaan.

Penghentian jalur itu dibenarkan Iip  Sukandar (70), pensiunan karyawan/pegawai PT. KAI setempat.

“ Sejak mobil dan jenis angkutan umum di beberapa titik wilayah perkotaan muncul, operasi KA ke daerah itu  dihentikan,” kata warga Kampung Pasko, Desa/Kecamatan Cibatu.

Alasan utamanya mungkin karena berkurangnya animo masyarakat pengguna jasa angkutan KA.

Seiring waktu berlalu, kini Dipo Lokomotif tidak lagi beroperasi sebagai Dipo Lokomotif utama, akan tetapi berubah menjadi sebagai sub Dipo.

Dimasa ke-emasannya, Stasiun Cibatu terkenal dengan Kereta Uapnya “ Si Gombar.“ Bahkan, menjadi stasiun primadona wisatawan domestik dan mancanegara.

Dalam buku Seabad Grand Hotel Preanger tahun 1897-1997 tercatat, hampir setiap hari, antara tahun 1935-1940 halaman parkir stasiun Cibatu selalu dipenuhi taksi, Limousine dan jenis kendaraan mewah lain milik hotel-hotel ternama di Kabupaten Garut.

Bahkan di tahun 1927 dan 1935, komedian legendaris Charlie Chaplin sempat menginjakan kakinya di stasiun  Cibatu. Saat itu, dia bersama Artis Mary Pickford dalam perjalanan liburan ke beberapa obyek wisata untuk menikmati keindahan alam Garut yang ketika itu disebut Switzerland van Java.

kereta api inewsonline.co.id
Stasiun KA Cibatu (Foto. Fitri)

Selain itu,  tokoh ternama  lainnya yang sempat singgah  di stasiun Cibatu, Georges Clemenceau, pendiri Koran LA Justice (1880), L’Aurore (1897) dan L’homme Libre pada tahun 1913, sekaligus penulis politik terkemuka.

Clemenceau sendiri pernah  menjadi Perdana Menteri Prancis selama dua periode. Yakni, 1906-1909 dan tahun 1917-1920.

Buku itupun mencatat, pascakemerdakaan Republik Indonesia (1946), beberapa tokoh nasional termasuk Presiden pertama, Ir. Soekarno (Bung Karno) pun sempat berkunjung ke stasiun Cibatu.

Sepanjang perjalanan, konon seluruh masyarakat di kota-kota kecil yang dilewatinya meminta Soekarno turun untuk melakukan pidato kenegaraan. Termasuk di Stasiun Kereta Api Cibatu.

(Frima/berbagai sumber)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here