Menutup Pasar Tanpa Solusi, Menyelesaikan Masalah dengan Masalah

Pasar Wanaraja

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Dengan adanya keputusan akan ditutup sementara pasar Wanaraja terkait adanya seorang warga yang positif terjangkit virus Corona mendapat reaksi dari DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat.

Sekretaris DPW APPSI Jabar, Nang Sudrajat, mengatakan, seandainya penutupan pasar tanpa bermusyawarah dengan pedagang sangat rentan terjadi resitensi.

Dijelaskan Nang Sudrajat, pihaknya mendukung sikap DPD APPSI Garut dengan menolak penutupan pasar. Ada beberapa alasan untuk itu, diantaranya, tadi waktu kang Ceceng (Ketua Iwappa) telpon, dirinya minta untuk mengusulkan dalam rapat agar jangan dulu di tutup tapi, lakukan dulu rapid test, sesuai konfirmasi Dinas Indag Jabar bahwa akan ada test khusus bagi pedagang pasar se Jabar.

” Mengetahui ada kejadian itu, saya sudah sampaikan rapid test pedagang minta Wanaraja di prioritaskan pada kesempatan pertama,” sebut Nang Sudrajat.

” Sehingga jelas ada data dan peta kondisi pedagang,” imbuhnya.

Kalau ditutup dengan cara tergesa gesa, lanjut dia, pertama, bisa menimbulkan
Keributan karena tidak tersosialisasi secara matang, kedua, bisa tidak terkendali pedagang berpencar kemana mana tanpa diketahui status kesehatannya. Ini jauh lebih berbahaya.

Informasi yang diterima, kang Ceceng (Bendahara DPD APPSI Garut) yang kebetulan dagang di Wanaraja, di undang rapat ke pendopo untuk membahas masalah ini, tapi ga bisa masuk dengan alasan rapat terbatas (Ratas).

Intinya, rapat mengambil kebijakan pasar Wanaraja ditutup tanpa mendengar masukan dari pedagang. Jadi bila melihat kronologis di atas, kami dukung sikap DPD APPSI Garut, karena sangat merugikan pedagang.

” Ingat menutup pasar yang tidak ada kolerasinya dengan pasar bukan solusi, tetapi menyelesaikan masalah dengan masalah,” tutupnya.

Dikabarkan sebelumnya, Ikatan Warga Pedagang Pasar (Iwappa) Pasar Wanaraja Garut mengecam atas keputusan Bupati Garut untuk menutup sementara Pasar Wanaraja Garut terkait telah ditetapkannya salah seorang warga setempat positif terkena virus Corona.

” Ya kami kecam keputusan Bupati Garut yang akan menutup sementara Pasar Wanaraja,” kata Ketua Iwappa Pasar Wanaraja, Ceceng Ali Nurdin yang juga selaku Bendahara APPSI Garut, Selasa (31/3/2020).

Disebutkan Ceceng, pihaknya diundang langsung Bupati Garut melalui Kepala Dinas Perindag ESDM, ke Pendopo dengan Kepala UPT pada pembicaraanya meminta untuk menutup Pasar Wanaraja.

” Setelah kami dari Iwappa dan APPSI datang, malah Kepala Dinas bilang rapat terbatas permintaanya menutup pasar Wanaraja sementara,” terangnya.

Selan itu, pihaknya bersama APPSI malahan tidak diajak masuk dan mengikuti rapat.

” Katanya ini rapat terbatas dahulu. Lantas kenapa kami diundang seandainya tidak diperkenankan mengikuti rapat,” tanya Ceceng nampak geram.

Atas dasar tersebut, pihaknya sepakat memutuskan bahwa tidak semudah membalikkan tangan dengan penutupan pasar, karena ini berkaitan dengan isi perut.

Hal senada diungkapkan Sekretaris APPSI Garut, Yudi Setia Kurniawan. Menurutnya, penutupan pasar Wanaraja bukan solusi terbaik.

Padahal, lanjut dia, APPSI sendiri sudah punya skenario terburuk salah satunya mengajukan Rapid Test dipasar Tradisional.

” Kami menduga bahwa penutupan pasar adalah bentuk kepanikan pribadi Bupati Garut atau Kecolongan atas kasus Covid 19,” sebut Yudi.

Masih menurut Yudi, Kabar penutupan pasar membuat gelisah atau gejolak di masyarakat. Atas dasar tersebut pihaknya meminta Bupati dan Disperindag agar lebih komprehensip menghargai organisasi yang ada di pasar.

” Satu saja pasar Tradisional di tutup baik sementara ataupun selamanya.
Kami minta Alfamart Indomaret, Yomart, Yogya, Ramayana di tutup. Dan
Meminta Jaminan sosial bagi anak istri kami,” pungkas Yudi.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here