Mumu Mustafa Bantah Desanya Semakin Amburadul

amburadul, inewsonline.co.id
Pemerintahan Desa Mekarmulya Malangbong

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Dengan mencuatnya kabar miring tentang keterpurukan atau amburadul pelayanan maupun pembangunan di Desa Mekarmulya Kecamatan Malangbong Garut dibantah keras Kepala Desa Mekarmulya, Mumu Mustafa.

Menurutnya, pihaknya tidak terima jika ada seseorang atau oknum yang menyebarkan fitnah tentang amburadulnya pelayanan maupun pembangunan fisik. Betapa tidak, pasalnya, pihaknya berupaya semaksimal mungkin mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat khususnya pelayanan yang sifatnya urgent.

“ Saya intruksikan aparat desa guna mengskalaprioritaskan kebutuhan warga yang sifatnya urgen,” kata Mumu kepada iNEWSOnline.co.id, Rabu (11/11/2020).

amburadul, inewsonline.co.id
Kepala Desa Mekarmulya, Mumu Mustafa

Baca juga:Terpilih Ketua PHRI, Deden Rohim Diapresiasi Bupati Garut

Disebutkan Mumu,untuk pembangunan fisik, pihaknya selalu mengedepankan aspirasi masyarakat yang ditampung dalam Musyawarah Dusun (Musdus) hingga ke Musyawarah Desa (Musdes).

“ Jadi jangan sebut kami semakin amburadul dan Kades memperkaya diri. Karena segala kegiatan dilaksanakan oleh tim pelaksana,” imbuhnya.

Dijelaskan Mumu, pihaknya terbuka bagi siapa saja yang mengkritik  terhadap kinerjanya, termasuk beredar issue yang mana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diatur oleh Kepala Desa. Padahal, lanjut dia, kepala Desa dalam BPNT hanya mengawasi penyalurannya saja tidak turun kepada teknis.

“ Saya tegaskan, agen BPNT yang menyalurkannya, bukannya dikelola oleh Desa,”  tutup dia.

amburadul, inewsonl;ine.co.id
(Dari kiri) Agen BPNT bersama Kades Mekarmulya

Sementara itu, Agen BPNT BNI Mekarmulya, Dede, mengakui, sejak dua bulan terakhir Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di Mekarmulya banyak yang kosong. Itu dikarenakan ganda NIK atau identik keluarga yang dikenal dengan Kode 14.

“ Sebanyak 75 KPM tidak menerima bantuan dikarenakan terkena Kode 14. Kode 14 yaitu tidak terdaftar sebagai penerima bantuan,” sebut Dede.

Sebagai agen, lanjut dia, pihaknya langsung melaporkan kepada pihak TKSK guna ditindaklanjuti kepada pihak Dinas Sosial dan BNI.

“ Saya tegaskan ini bukan permainan melainkan murni kekeliruan apalagi ada kesan permainan desa dan agen untuk memperkaya diri, itu salah besar,” tutup Dede.

(Cep K/Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here