Pejuang Kemerdekaan RI Ini Diabaikan Panitia PHBN Kadungora Garut

Pejuang Kemerdakaan RI bersama Forkopimcam Kadungora (Foto Sifath)

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Cece bin Karto (95) merupakan satu-satunya anggota DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Garut yang menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Kadungora, Sabtu (17/8) lalu.

Pejuang Kemerdekaan RI, Cece (Foto Sifath)

Terpantau iNEWSOnline.co.id, awalnya kehadiran dia tidak begitu menyita perhatian khalayak ramai. Begitupun pihak panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) di sana yang hanya menyarankan Cece untuk duduk di kursi mana saja.

Akhirnya, pria tua warga Kampung Nangka Bongkok, Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, mengambil inisiatif duduk di kursi barisan kedua paling ujung kiri. Tepatnya, di bawah tenda khusus yang sebenarnya diperuntukan bagi para istri Kepala Desa (Kades).

Saat itu, Cece datang seorang diri mengenakan kemeja cokelat tua beratribut lengkap layaknya seorang veteran. Meski tak mendapat perhatian khusus apalagi pemberian cindera mata dalam sesi acara, Cece nampak tetap khidmat mengikuti jalannya upacara.

Seusai upacara, Ayah dari 11 anak ini menjadi pusat perhatian setelah mendapat ucapan selamat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kadungora.

Cece merangsek masuk ke tengah berjejalnya lautan manusia. Sengatan terik matahari dan bisingnya suara yang bersumber dari arak-arakan seolah tak dia hiraukan. Langkah kakinya tetap semangat menuju kampung halamannya.

Raut wajahnya yang tidak muda lagi sepintas terlihat begitu sumringah. Mungkin disebabkan rasa bahagia karena  diusianya yang nyaris  satu abad masih bisa melihat sang saka merah putih kembali berkibar.

Tiba-tiba, langkah sang pejuang kemerdekaan itu mulai terseok-seok karena tersengat teriknya Matahari.

Melihat kondisi seperti itu, akhirnya tim iNEWSOnline.co.id memberikan tumpangan kendaraan. Selama di perjalanan, dia mengisahkan cerita heroik. Dimana Cece mengaku pernah ikut bertempur saat merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI.

Tugas pertama pria kelahiran Jawa Timur tersebut di daerah Garut. Saat itu, Cece bergabung dalam Pertahanan I  Dayeuhkolot saat Bandung menjadi lautan api. Selanjutnya Cece dipindah tugaskan ke daerah Tasikmalaya.

“ Saat di Tasik, Kakek ditawari masuk LVRI di Semarang. Tak  lama setelah itu gabung ke Tambun di Resimen 2 Soedomo, Batalyon Supardjo Rustam hingga akhirnya pensiun,“ kenang Cece.

” Rekan satu perjuangan Kakek telah banyak yang wafat,” pungkasnya.

(Sifath/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here