Penderita Stunting, Hydocephalus dan Jantung Bocor di Desa Sukahurip Garut Butuh Perhatian Pemerintah

Foto Ridwan

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Lima anak warga Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, saat ini butuh penanganan medis dan perhatian dari pemerintah ataupun para dermawan.

Anggota Polsek dan Koramil Wanaraja (Foto Ridwan)

Informasi yang terhimpun iNEWSOnline.co.id, dari lima orang tersebut, satu anak mengidap penyakit Hidrosefalus (Hydrocephalus), kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan tekanan pada otak sehingga bagian kepala membesar.

Tiga anak mengalami gizi buruk sehingga mengakibatkan berat dan tinggi badannya jauh di bawah rata-rata (Stunting) dan satu anak menderita Jantung bocor.

Kepala Puskesmas Cimaragas (Foto Ridwan)

Kepala Desa Sukahurip, Piat membenarkan bahwa lima orang warganya menderita penyakit serius yang perlu mendapat penanganan serius.

Menurut dia, setelah ditemukan kasus gizi buruk, para kader posyandu, pemerintah desa, petugas Puskesmas Cimaragas dan Forkopimcam Pangatikan terjun ke lapangan melakukan pencegahan melalui penyuluhan, pemahaman dan pelatihan.

“ Langkah tersebut sebagai upaya pencegahan. Pemberian makanan tambahan dan nutrisi pun dilakukan. Dengan begitu, kasus  gizi buruk dapat diminimalisir,” kata Piat menyebut, anak-anak tersebut berada di RW 02, 04 dan RW 10.

Piat mengaku, pihaknya bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tengah merancang program untuk mengatasi dan mencegah terjadinya gizi buruk yang sumber biayanya dari Dana Desa (DD).

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Cimaragas, Hj. Ai Sri menegaskan, pihaknya bersama lintas sektoral turun langsung ke lapangan.

Menurutnya, ke-lima anak tersebut telah dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut.

“ Alhamdulillah, kini kondisinya semakin membaik. Kami terus memantau mereka,” ucap Ai Sri, Jumat (13/9/2019).

Ai Sri mengaku, setiap bulan selalu melakukan pembinan ke seluruh Desa di Kecamatan Pangatikan. Tak hanya itu, pihaknya pun kerap berkunjung ke rumah-rumah warga yang rawan gizi buruk.

Kasus gizi buruk kata dia, terungkap atas informasi dari para kader dan bidan desa yang kemudian berkoordinasi dengan dokter. Alhasil, mereka dapat segera ditangani dan dirujuk ke RSU dr. Slamet Garut.

Pihaknya meminta seluruh masyarakat ikut serta berpartisipasi melakukan antisipasi pencegahan terjadinya kasus stunting.

(MRF/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here