Pertanyakan Biaya Kirim Paket BanGub, Yudi : PT POS Tidak Profesional

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Seiring dengan didistribusikan Bantuan Gubernur (BanGub) terdampak Covid 19 terhadap ekonomi masyarakat terutama masyarakat miskin baru.

Sorotan tajam pun dilontarkan Ketua Umum Laskar Garut Mandiri (Lagam) Yudi Setia Kurniawan. Menurutnya pihak PT POS tidak profesional dan dinilai tidak siap dalam hal penyaluran.

” PT POS tidak profesional dan tidak siap dalam penyaluran BanGub,” kata Yudi kepada iNEWSOnline.co.id, Selasa (19/5/2020) malam.

Sebagaimana diketahui, Di beberapa Kabupaten penyaluran BanGub yang dilakukan PT POS hanya sampai desa. Padahal biaya kirim paket BanGub sebesar Rp 30 Ribu harus sampai di Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

” Dalam juklak dan juknis social safety net Gubernur Jawa Barat adalah Rp. 30 Ribu per KRTS, atau per KPM,” sebut Yudi.

Faktanya lanjut dia, banyak paket bantuan Gubernur yang dibagikan di desa-desa atau di Kecamatan. Pertanyaannya, kemanakah larinya biaya ongkos kirim sebesar itu.

” Jika tidak segera dibenahi, maka ini sudah masuk indikasi korupsi,” ucap Yudi.

Tidak sampai disitu, dalam juklak dan juknisnya tersebut terdapat keterlibatan Ojol atau Ojek Online bahkan ojek pangkalan. Dengan sistem POS membuat HUB seenaknya jelas ada hak Ojol dan Ojek pangkalan yang hilang.

” Ini akan segera dilaporkan kepada pihak penyidik,” pungkas Yudi.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here