Perwakilan PT. KAPM Tak Bisa Putuskan Tuntutan Petani Sukamulya Garut

Perwakilan PT. KAPM Tak Bisa Putuskan Tuntutan Petani Sukamulya Garut (Foto Ridwan)

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Lagi, petani Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, melakukan aksi penghadangan dan menghentikan aktivitas para pekerja reaktivasi Kereta Api Cibatu-Garut, Selasa (17/9/2019).

Mereka kecewa lantaran tuntutannya tak direspon pihak PT KA Properti Manajemen (PM) selaku anak perusahaan PT KAI. Yakni, membangun kembali saluran talang air (Siphon) untuk mengairi puluhan hektar sawah di wilayah Desa Sukamulya.

Aksi para petani menyusul pernyataan pihak Daop II Bandung yang menyebut bahwa berkas pengajuan (permohonan) dari warga tidak masuk ke PT. KAI.

“ Kemarin perwakilan petani sudah menemui pihak Daop II Bandung. Kata mereka, tuntutan warga tidak sampai ke jajaran direksi PT. KAI,” kata salah satu petani setempat, Eem Usman, Selasa (17/9/2019).

Kepala Desa (Kades) Sukamulya, Jono menegaskan, para petani merasa kesal karena pihak perusahaan mengabaikan tuntutan mereka.

Pihaknya telah melayangkan surat sebanyak empat kali. Namun, pihak PT. KAI tak meresponnya.

“ Kami sudah melayangkan 4 surat ke PT. KAI. Bahkan yang terakhir saya antar langsung ke Bandung,” ungkap Kades.

Para petani melakukan aksi sambung Jono, karena areal sawah mereka tak terairi sehingga tak bisa menanam padi karena Siphon-nya tak berfungsi.

“ Tadi sekitar pukul 16.00 WIB, para petani dan tiga orang perwakilan dari PT KAPM melakukan pertemuan di Saung Tani Desa Sukamulya,” ucap dia.

Perwakilan PT KAPM, Herman didampingi Hartoyo dan Rustomo enggan berkomentar. Herman menyarankan agar awak media menemui bagian Humas PT. KAI.

“ Kami bertemu para petani mewakili PT KAPM untuk mendengarkan keinginan warga. Hasilnya, kami sampaikan ke pimpinan,” kata Herman.

“ Saya hanya pegawai kontrak selaku Pengawas Teknik Trek. Jadi tidak bisa memutuskan semua keinginan warga. Sekali lagi, semua masukan warga akan kami sampaikan ke pimpinan,” singkatnya.

(MRF/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here