Pesantren di Jabar Belum Mampu Mandiri, Pemprov Luncurkan OPOP

Foto Humas

BANDUNG, iNEWSOnline.co.id: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji menyebut, sebagian besar Pondok Pesantren (Ponpes) di Jabar belum mampu mandiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren.

” Pak Gubernur dan Pak Wagub hadir untuk memotivasi agar ekonomi umat meningkat,” kata Kusmana.

Kusmana berharap, melalui One Pesantren One Product (OPOP), Ponpes dapat memasarkan produknya secara regional, nasional dan internasional.

Maka itu, pihaknya akan melibatkan sekira 40 off-takers untuk berkolaborasi dalam program tersebut.

Perwakilan Ponpes dari Rizalihut Cendikia Bogor, Asep Rahmat mengatakan, OPOP dapat mendorong kemandirian pesantren dengan efektif dan efisien.

Menurut dia, produktivitas pesantren dalam kegiatan ekonomi akan meningkat. Dengan begitu, operasional aktivitas belajar mengajar di Pesantren dapat dipenuhi secara mandiri.

” Pesantren kami jual oleh-oleh di Puncak Bogor, seperti makanan ringan dan lain sebagainya. Omzet saat ini mencapai sekira Rp 200 juta dan kini terus meningkat,” kata Asep.

Asep mengatakan, pihaknya tengah melakukan digitalisasi untuk kegiatan ekonomi. Salah satunya dengan menjual produk melalui e-commerce dan platform lainnya. Tujuannya supaya pasar penjualan meluas.

Sebelumnya iNEWSOnline.co.id mengabarkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) didampingi Wakil Gubernur (Wagub), Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan hadiah kepada Pondok Pesantren (Ponpes) peserta One Pesantren One Product (OPOP) dalam acara Temu Bisnis OPOP di The Trans Luxury, Kota Bandung, Selasa (3/9/2019).

Sedikitnya 1.076 Ponpes menjadi peserta OPOP tahap I sekaligus menerima hadiah dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar.

Hadiah tersebut berbentuk temu bisnis, pelatihan dan pemagangan, bantuan penguatan modal usaha, pendampingan usaha serta promosi produk melalui pamaren.

Emil mengapresiasi dan menyampaikan ucapan selamat kepada 1.076 Ponpes. Bagi dia, hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri karena sudah menjadi cita-citanya untuk memajukan dunia pendidikan di Ponpes.

” Ini hari yang membahagiakan. Ada 1.076 pesantren yang tengah didampingi untuk mendirikan usaha mandiri,” ucap Emil.

(Tisna Wibawa/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here