Saat PSBB, Komisi 1 DPRD Garut Kunker ke Daerah Zona Merah

kunker inewsonline.co.id
Ilustrasi (foto web)

GARUT, iNEWSOnline.co.id: Belum lama ini Komisi II DPRD Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) saat pemerintah pusat dan daerah tengah gencar-gencarnya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Kegiatan tersebut mendapat kritikan dan keprihatinan beberapa kalangan yang diekspos melalui sejumlah media massa.

Nampaknya kontrol sosial melalui media massa tersebut tidak dihiraukan Komisi 1 DPRD Garut. Mereka melakukan Kunker ke Jakarta selama tiga hari, Selasa-Kamis (12-14/1/2021), saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga: Nurdin Yana Calon Kuat Sekda Garut

Informasi yang terhimpun iNEWSOnline, Kunker Komisi 1 hanya diikuti oleh lima orang. Yakni,    Yayuk Tien Rahayu dari Fraksi Gerindra, Wildan (PAN), Dadan (PDI-P), Dian (PPP) dan Hasan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ke-lima wakil rakyat itu memaksakan diri berangkat ke Jakarta (zona merah) disaat Kabupaten Garut tengah menerapkan PSBB.

Ketua Umum (Ketum) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Anak Indonesia Satu (BAIS), Asep Imam Susanto menyayangkan Kunjungan Kerja yang dilakukan Komisi 1 DPRD Garut. Terlebih tanpa Ketua Komisi.

Menurutnya, akan lebih baik Komisi 1 yang membidangi pemerintahan memberikan contoh yang baik dan lebih fokus pada pengawasan pelaksanaan PSBB.

“Kalau dikatakan penting tidak juga. Buktinya tidak dikuti oleh semua anggota Komisi 1,” kata Asep Imam, Selasa (12/1/2021).

“Ke-lima wakil rakyat itu harusnya malu melakukan Kunjungan Kerja, menginap di hotel bintang 5 dengan menggunakan APBD disaat Garut sedang prihatin dengan banyaknya bencana alam dan diberlakukannya PSBB karena pandemi Covid-19,” kata Asep Imam menambahkan.

“Bu Yayuk (Wakil Ketua Komisi 1) dan empat anggota yang lainnya kalau merasa dipilih oleh rakyat harusnya membuat jadwal tidak ke Jakarta, tapi Kunjungan Kerja ke daerah-daerah yang sedang dilanda bencana alam,” pungkas Asep Imam.

Saat dihubungi melalui aplikasi layanan WhatsApp (WA), Wakil Ketua Komisi 1, Yayuk  Tien Rahayu tidak meresponnya.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here