Tatang Sumirat : Kenaikan BPJS Jilid II Tidak Manusiawi

GARUT, iNEWSOnline.co.id : Ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang boleh dibilang terpuruk, Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Gerindra, Tatang Sumirat menilai bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan Jilid II tidak manusiawi.

” Kenaikan iuran BPJS tak manusiawi di tengah pandemi Covid-19,” kata Tatang kepada iNEWSOnline.co.id, Minggu (24/5/2020).

Disebutkan dia, kenaikan BPJS tidak sesuai dengan apa yang dimaknai dalam Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang BPJS.

” Bahwa ketika ketidakadilan berubah menjadi suatu hukum yang dipositifkan, maka bagi saya sebagai warga negara berharap DPR RI, khususnya Fraksi Gerindra tetap konsisten menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” pinta anggota DPRD Garut Daerah Pemilihan (Dapil) III.

Lanjut Tatang yang juga selaku anggota Komisi IV, para wakil rakyat di Senayan harus berani menolak dan melakukan perlawanan dimuka hukum.

” Tentu menjadi sesuatu hal yang diwajibkan. Karena apa yang kita lakukan ini untuk mengontrol kebijakan menjadi suatu kebutuhan dan bukan sebuah pilihan semata,” ungkap dia.

Menurut dia, Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Padahal, Perpres 82 tahun 2018 telah dimenangkan gugatanya melalui MA dan BPJS kembali ke semula.

” Perpres 82 menang di MA, tapi harus ada Perpres baru yang ngotot iuran BPJS untuk dinaikan. Ini ada apa. Apakah pemerintah pusat tidak tahu atau tidak mau tahu tentang kondisi ekonomi masyarakat saat ini?,” pungkas Legislator dua periode yang satu ini.

(Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here