Tertibkan Lahan, Pemprov Jabar: Berdasarkan Perpres No62 Tahun 2018

Foto Humas

BANDUNG, iNEWSOnline.co.id: Plh. Sekda Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, Proyek Strategis Nasional revitalisasi jalur kereta api Bogor-Yogyakarta yang melewati daerah Bogor dan Sukabumi butuh persiapan penertiban lahan.

Penanganan tahap kedua tersebut meliputi segmen Maseng-Ciomas-Batu Tulis-Paledang dan segmen Cicurug-Parungkuda-Cibadak-Karangtengah-PD Leungsir-Cisaat-Sukabumi.

Dalam penyelesaiannya, Pemprov akan menggunakan Peraturan Presiden (Perpres) No62 Tahun 2018 tentang penertiban lahan untuk proyek-proyek pembangunan nasional.

Yang ditertibkan adalah lahan-lahan milik negara (milik pemerintah pusat, milik pemerintah daerah, milik badan usaha milik negara/daerah) yang selama ini dikuasai atau dimiliki masyarakat.

Dalam Perpres itu istilahnya ada santunan. Maka dibentuklah Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan. Ketuanya, Sekda.

Tim tersebut beranggotakan pejabat yang membidangi urusan pengadaan tanah di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi, pejabat satuan kerja perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota yang membidangi urusan pertanahan, pejabat pada kantor pertanahan setempat pada lokasi pengadaan tanah, camat dan lurah setempat serta pihak keamanan.

Tim Terpadu bertugas melakukan pendataan, verifikasi dan validasi atas bidang tanah yang dikuasai oleh masyarakat. Melakukan pendataan, verifikasi dan validasi atas masyarakat yang menguasai tanah, mengusulkan bentuk penanganan dampak sosial kemasyarakatan, dan membentuk pihak independen untuk menghitung besaran nilai satuan.

“ Lalu, memfasilitasi penyelesaian hambatan dan permasalahan dalam pelaksanaan penanganan dampak sosial masyarakat, merekomendasikan daftar masyarakat yang berhak untuk mendapatkan santunan, merekomendasikan besaran nilai santunan serta merekomendasikan mekanisme dan tata cara pemberian santunan,” kata Daud.

Daud berharap, sosialisasi bisa dilakukan mulai 3-24 September.

(Tisna Wibawa/Bang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here